Bakti untuk Negeri di Tengah Pandemi untuk Menguatkan Tenaga Kesehatan

Bakti untuk Negeri di Tengah Pandemi untuk Menguatkan Tenaga Kesehatan
Foto: Istimewa

LISTRIKTODAY – Maret lalu, seorang dokter di New York, Cornelia Griggs, menulis pesan pendek yang menggugah kalbu di akun twitter-nya:

“My babies are too young to read this now. And they’d barely recognize me in my gear. But if they lose me to COVID I want them to know Mommy tried really hard to do her job.”

Griggs adalah seorang dokter di Rumah Sakit New York (New York Hospital), sebuah Rumah Sakit di New York, Amerika Serikat yang melayani penanganan pasien Covid-19. Dalam cuitannya, Griggs juga mengunggah foto dirinya sedang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan menggunakan masker.

Cuitan Griggs itu jadi viral. 128.400 orang membagikan dan ikut berkomentar melambungkan empati menanggapi cuitan itu.

Baca Juga :  Semangat PLN, Semangat Menghadirkan Keadilan Energi Nasional

Pesan Griggs sangat kuat: sebagai dokter, ia siap melayani pasien Covid-19 meski dengan tingkat resiko penularan yang tinggi.

Griggs adalah satu dari jutaan dokter di dunia yang bejibaku di Rumah Sakit melayani pasien Covid-19. Di Indonesia, tak sedikit pelayan kesehatan di tiap Rumah Sakit yang teguh menjalankan tugas dan tanggung jawab kedokterannya.

Ketika seluruh dunia mulai mempraktikkan jaga jarak dan isolasi mandiri, ketika semua orang menunggu pandemi ini berhenti, mereka masih tetap mempertaruhkan hidup mereka untuk secara berani melawan virus corona setiap hari.

Para tenaga kesehatan di Rumah Sakit memikul harapan jutaan orang di negeri ini. Saat seseorang terinfeksi virus corona dan harus diisolasi di Rumah Sakit, harapan pemulihan, barangkali termasuk penghiburan, diletakkan secara penuh di pundak para pelayan kesehatan. Karena itu lah mereka disebut ‘garda terdepan’ (the front liners) dalam penanganan covid-19.

Peran dan tanggung jawab para pelayan kesehatan perlu didukung, agar pekerjaan mereka di Rumah Sakit dapat dijalankan dengan baik. Salah satunya melalui pemberian fasilitas perlindungan diri bagi para tenaga kesehatan, sebagaimana yang dilakukan PLN.

Di tengah kesibukan memastikan keandalan listrik di seluruh negeri, PLN tetap berupaya hadir dan berbakti membantu penanganan pandemi COVID-19.

Bantuan PLN untuk menangani COVID-19 telah disalurkan dalam beberapa tahap. Sumbangan yang disalurkan itu antara lain 13.865 baju hazmat, 50.060 masker, 11.500 sarung tangan, 1.595 kaca mata, 3.026 pelindung wajah, 1.000 rapid test kit, 3.900 polymerase chain reaction (PCR) test kit, enam ventilator, hand sanitizer, dan beberapa kebutuhan lainnya.

Total seluruh bantuan PLN selama pandemi mencapai Rp 42,9 Miliar. Bantuan merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh Tim Manajemen Krisis COVID-19 PLN kepada pegawai perusahaan dan seluruh mitra kerja perusahaan. Bantuan disalurkan melalui Yayasan BUMN Kementerian BUMN.

Ini merupakan bagian dari sinergitas seluruh BUMN yang bahu membahu menyalurkan bantuan bagi para petugas yang bertugas langsung menangani pandemi dan warga terdampak di seluruh Indonesia.

Harapannya, bantuan tersebut dapat membantu tenaga kesehatan dan rumah sakit sebagai garda terdepan penanganan COVID-19 yang berjuang mengobati para pasien.