Penguatan Budaya PLN: Makin Andal dan Berorientasi kepada Pelanggan

Penguatan Budaya PLN Makin Handal dan Berorientasi kepada Pelanggan
Foto: Petugas PT. PLN (Persero) UPT MANADO - ULTG Gorontalo sedang melakukan Pemeliharaan Bay Buscoupler 150 kV/ Dok. PLN

Listrik Today – Dari tahun ke tahun, PLN terus menghadapi tantangan yang tidak ringan. Mulai dari situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, harga energi yang kian meningkat, termasuk yang paling berat saat ini adalah pandemi virus corona (Covid-19).

Berbagai tantangan itu dihadapi dengan kepala tegak, penuh optimisme, dan semangat. Para petugas PLN, dari level pusat hingga ke daerah, harus tetap bekerja keras untuk melayani dan menunaikan tuntutan kebutuhan pelanggan.

Secara tegas, tantangan-tantangan yang berat itu dijawab Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dengan Transformasi PLN. Transformasi PLN menghantar PLN beroperasi lebih efisien, efektif dan tepat sasaran untuk meningkatkan perekonomian negeri.

Untuk itu, peningkatan kinerja dan kualitas kerja adalah keutamaan bagi setiap insan yang mengabdikan diri di PLN.

Didorong oleh empat semangat utama; Innovative, Green, Customer Focused, dan Lean, transformasi PLN menghadirkan layanan berbasis permintaan pelanggan. Pelanggan adalah keutamaan PLN.

Untuk mencapai misi transformasi PLN tersebut, diperlukan transformasi organisasi secara total. Tujuannya untuk menciptakan pelayanan yang lebih andal dan transparan terhadap setiap pelanggan.

Baca Juga :  Upaya Pemberantasan Korupsi, PLN dan KPK Integrasikan Penanganan Pengaduan

Upaya perubahan ini dilandaskan pada perubahan cara pandang yang didorong menjiwai setiap pegawai di perusahaan itu. Migrasi cara pandang dilakukan dari supply driven organization menuju demand driven organization. Bergerak dari PLN yang menghadirkan produk yang dianggap perlu untuk pelanggan, menuju PLN yang menghadirkan produk yang diminta oleh pelanggan.

Direktur PLN Zulkifli Zaini menyatakan transformasi ini diharapkan mencakupi seluruh unsur perusahaan baik itu organisasi, operasi, maupun mindset para pegawai. Untuk itu, diperlukan penguatan budaya organisasi PLN (Culture Recharge).

“Perubahan dimulai dari hati dan cara pandang kita. Perubahan harus tercermin dalam perilaku dan kebiasaan setiap PLNers,” tuturnya dalam acara Culture Recharge PT PLN yang dilangsungkan secara daring pada Selasa, 7 Juli 2020.

Upaya transformasi ini dilakukan dengan harapan PT PLN dapat beroperasi lebih gesit, lincah, efisien, optimal dan clean. Gerakan perubahan ini perlu tercermin dalam kebiasaan dan perilaku-perilaku keseharian kerja para pegawai dari level paling bawah hingga jajaran direksi.

Baca Juga :  PLN Berkomitmen Jaga Pasokan Listrik

Proses transformasi ditegaskan harus dimulai dari jajaran direksi, pimpinan senior perusahaan dan menurun hingga ke pegawai di seluruh daerah.

“Kita perlu menunjukkan semangat untuk pelanggan. Customer focused,” tegas Zulkifli.