LISTRIKTODAY – PLN menghadirkan Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) di Desa Kabanda, Kecamatan Ngadu Ngala, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT. Hal ini menjadi upaya mendukung pelistrikan di wilayah terdepan, tertinggal dan terluar (3T) di Indonesia.

Program ini dilakukan PLN melalui program PLN Peduli. adapu total biaya pembangunan SPEL dan penyediaan APDAL untuk menerangi masyarakat Kabanda mencapai Rp1,7 miliar.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko mengatakan Program ini merupakan bagian dari program PLN Peduli.

“Pemanfaatan SPEL dan APDAL ini merupakan solusi untuk menerangi desa-desa yang masih gelap gulita dan sulit untuk dijangkau,” katanya, Kamis (4/2).

APDAL yang merupakan alat penyimpan energi listrik berbasis baterai dengan kapasitas Watt hour (Wh) yang dapat di isi ulang pada SPEL.

Untuk di Desa Kabanda, APDAL memanfaatkan sinar matahari melalui panel surya sebagai sumber energi.

“Jadi potensi energi yang ada di lokal kita manfaatkan sebaik mungkin, ini yang akan terus kita dorong,” ucap Jatmiko.

Baca Juga :  Ternyata, Listrik Dunia Masih Andalkan Batu Bara

APDAL yang telah terisi oleh listrik selanjutnya dapat disambungkan di instalasi listrik milik pelanggan dengan 3 buah lampu dan 3 buah saklar. APDAL bisa diisi ulang secara mandiri di SPEL PLN yang tersedia di beberapa titik.

Kepala Desa Kabanda, Umbu Ndamung Kilimandu berterima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan listrik untuk masyarakat di desanya.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih bagi PLN yang telah menyalurkan bantuan tabung listrik bagi desa kami. Ini adalah satu loncatan besar bagi desa kami dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan di desa yang merupakan bagian dari roda penggerak berbagai aspek masyarakat diantaranya perekonomian dan pendidikan,” ucapnya.